Sangat disayangkan kalau ramadhan kali ini tidak penuh dengan kejutan-kejutan ibadah, padahal saya yakin setiap orang punya berbagai macam rencana positif di bulan yang mulia ini, contohnya seperti khatam Al-Qur’an beberapa kali, memperdalam ilmu agama, bersedekah, shalat tarawih tak pernah tinggal dan lainnya.
Terkadang kita lalai dan lupa dengan rancangan-rancangan awal kita sehingga apa yang kita rencanakan hanya sebahagian kecil yang terlaksana, bahkan mungkin tidak terlaksana samasekali. Misalnya; awalnya pingin khatam Al-Qur’an sampai 3 kali, akan tetapi terlaksana mungkin hanya sekali atau bahkan cuma beberapa juz saja. Contoh lainnya seperti shalat tarawih yang yang awalnya kepingin ikut setiap malam malah banyak bolongnya, paling diawal dan di akhir ramadhan saja.
Hal yang wajar jika seseorang diawal ramadhan tampak semangat untuk beribadah, karena itu adalah awal dari suatu niat, ibarat seorang anak yang baru masuk sekolah, datang selalu diawal waktu dan selalu disiplin, tetapi karena pekerjaan itu dilakukan secara rutin ada wujud rasa bosan dan letih mengerjakannya, itu hal yang wajar dan sering terjadi, dan untuk mengantisipasinya harus ada tajdid niat kita dan selalu teguh pendirian.
Sangat disayangkan kalau hal ini terjadi, akan tetapi selama kita masih diberikan waktu di dunia ini kita harus terus mencari ridha dan rahmat Allah, apalagi di bulan yang mulia ini, belum tentu kita akan bertemu lagi dikarenakan umur kita yang sangat misterius ini.
Yang paling penting adalah kita selalu taaatas perintah Allah walau apapun kondisi kita. Allah tidak hanya melihat ibadah saja, tetapi lebih dari itu Allah lebih melihat bagaimana kegigihan kita mencari rahmat dan ridha dari Allah.


